Resume Materi PKKMB Fakultas

Materi 1 : PERAN MAHASISWA KESEHATAN DALAM PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT


Ibu Catur Wulandari,S.S.T,M.Gizi-Pada kegiatan PKKMB unusa pada hari Rabu (03-09-25) yang membahas tentang Peran Majasiswa Kesehatan Dalam Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat.

Tridharma Perguruan Tinggi dan Penelitian


Tridharma perguruan tinggi memiliki misi penting dalam bidang pendidikan, yang tidak hanya terbatas pada pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga mencakup kegiatan di luar kelas. Baik dosen maupun mahasiswa memiliki tanggung jawab untuk melaksanakan tridharma ini, di mana mahasiswa diharapkan tidak hanya hadir untuk mendengarkan materi, tetapi juga aktif dalam penelitian. Melalui penelitian, mahasiswa dapat meningkatkan pemahaman akademis dan kemampuan komunikasi mereka, serta berkontribusi dalam menciptakan pengetahuan baru.

Hibah Penelitian untuk Mahasiswa

Dalam konteks penelitian, terdapat program hibah penelitian yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mendapatkan dana penelitian dari berbagai sumber. Hibah ini dapat berasal dari internal, seperti lembaga penelitian dan pengabdian masyarakat di Unusa, atau dari sumber eksternal. Program ini biasanya dibuka setahun sekali dan ditujukan untuk mahasiswa yang telah menyelesaikan seminar atau ujian proposal, terutama bagi mereka yang sedang menyusun skripsi di tingkat sarjana. Dengan adanya hibah ini, mahasiswa didorong untuk aktif dalam penelitian dan berkontribusi pada pengabdian masyarakat.

Materi 2 : FROM ORGANIZATION TO LEADERSHIP : PERSONAL BRANDING FOR THE NEXT GENERATION


Ibu Atik Qurrata A'yunin A,S.KM,M.Kes-Pada kegiatan PKKMB unusa pada hari Rabu (03-09-25) yang membahas tentang FROM ORGANIZATION TO LEADERSHIP : PERSONAL BRANDING FOR THE NEXT GENERATION

Fokus utamanya adalah membangun dan mengelola merek pribadi sebagai alat strategis untuk mencapai tujuan ini.

​Mengapa Merek Pribadi Penting?

​Merek pribadi adalah persepsi atau reputasi yang dimiliki orang lain tentang diri Anda. Ini membantu Anda menonjol dan lebih mudah diingat oleh atasan, rekruter, atau calon klien. Ketika orang melihat Anda sebagai ahli di bidang tertentu, mereka lebih cenderung mengikuti atau mendengarkan ide-ide Anda.

​Identifikasi Jati Diri

Nilai-nilai ini akan menjadi fondasi dari merek Anda. Visi ini akan memberikan arah yang jelas bagi merek pribadi Anda. Apakah Anda ingin dikenal sebagai pemimpin yang inovatif atau pemimpin yang berfokus pada pengembangan tim?.

​Membangun Narasi

​Setelah mengidentifikasi jati diri, Anda perlu merangkai cerita yang kohesif. Cerita ini harus menjelaskan siapa Anda, apa yang Anda lakukan, dan mengapa itu penting.

​Aktivasi dan Promosi

Bagikan wawasan, tulis artikel, atau berpartisipasi dalam diskusi yang relevan dengan bidang Anda. Konten ini menunjukkan keahlian Anda dan membangun kredibilitas. Hadiri acara industri, terhubung dengan para pemimpin di bidang Anda, dan tawarkan bantuan atau wawasan. Tindakan ini menunjukkan bahwa Anda memiliki potensi kepemimpinan bahkan sebelum Anda memiliki gelar resminya.

​Tantangan dan Tips untuk Generasi Berikutnya

​Generasi mendatang menghadapi tantangan unik dalam membangun merek pribadi, terutama karena batas antara kehidupan pribadi dan profesional semakin kabur di media sosial. Inkonsistensi dapat merusak kredibilitas Anda. Merek pribadi Anda harus otentik dan mencerminkan diri Anda yang sebenarnya. Lakukan audit digital secara berkala untuk memastikan jejak digital Anda sejalan dengan merek pribadi yang Anda bangun.

Materi 3 : Definisi & Pentingnya Future Ready Mindset


Kakak Erricha Daring Irbah,S.G
z-Pada kegiatan PKKMB unusa pada hari Rabu (03-09-25) yang membahas tentang Definisi & pentingnya Future Ready Manset 

Pola pikir yang mempersiapkan diri menghadapi perubahan, ketidakpastian, kompleksitas, dan ambiguitas (VUCA world).

Contoh:

Sekarang ada rekam medis digital, edukasi pakai TikTok, diskusi ilmiah bisa lewat Zoom. Dunia kerja nggak kayak dulu. Harus gesit, belajar cepat, kerja tim, dan ngerti teknologi. Bukan sekadar bertahan, tapi juga berkembang. Bukan takut sama perubahan, tapi siap dan sigap memanfaatkannya. 
Mahasiswa yang mempunyai future ready mindset dan tidak memiliki perbedaan yaitu :

tanpa future ready mindset

-Kaget dengan metode pembelajaran baru → mudah mengeluh.
-Stress ketika dihadapkan kasus pasien yang tidak sesuai textbook

dengan future ready mindset

-Melihat pembelajaran online sebagai kesempatan menguasai teknologi.
-Menghadapi pasien sulit dengan mencari strategi komunikasi kreatif.

Karakteristik Generasi yang Tangguh 
-Resiliensi:
Mampu bangkit dari kegagalan, stress, dan tekanan akademik.
-Adaptabilitas:
Cepat menyesuaikan diri dengan sistem baru, teknologi baru, regulasi kesehatan.
-Kreativitas:
Mencari solusi inovatif di tengah keterbatasan (contoh: telemedicine, inovasi alat kesehatan.
-Inovasi:
Menerapkan ide baru untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan pembelajaran.

Ilustrasi:
Mahasiswa yang bisa belajar hybrid (online-offline) lebih unggul daripada yang hanya terpaku satu metode.

Why?

Kenapa Kita Butuh Mindset Ini?

Karena kita bakal hidup di dunia yang:
~penuh teknologi
~nggak pasti
~banyak saingan, tapi juga penuh peluang

Dunia kesehatan dipengaruhi teknologi, globalisasi, krisis (pandemi, Al, big data). Mahasiswa harus siap bukan hanya akademis, tapi juga mental, sosial, dan digital
Dengan mindset ini → nggak gampang kaget, lebih adaptif

Kenapa Penting untuk Mahasiswa Kesehatan?

1.Perubahan Cepat di Dunia Kesehatan

~Munculnya penyakit baru (contoh: COVID-19).
~Perubahan standar medis internasional.
~Peran teknologi (Al, robotik, big data).

2.Tuntutan global & lokal
~Dunia kerja butuh tenaga kesehatan yang bukan hanya kompeten secara klinis, tapi juga fleksibel dan solutif.
~Mahasiswa kesehatan harus bisa bersaing di level lokal, nasional, bahkan internasional.

3.Persiapan mental sejak dini
~Tanpa mindset yang siap, mahasiswa mudah stres, panik, atau kaget ketika dihadapkan pada situasi lapangan nyata.
~Dengan mindset ini → mahasiswa lebih tenang, mampu berpikir jernih, dan berani mengambil keputusan.

4.Nilai tambah untuk masa depan
~Mahasiswa dengan future ready mindset lebih cepat naik level karena mampu melihat peluang.
~Bukan hanya jadi tenaga kesehatan yang "ikut prosedur", tapi jadi problem solver dan inovator.

Contoh yang dibuat untuk beberapa jurusan.

Anak Gizi
Nggak cukup tahu kalori. Harus bisa edukasi masyarakat lewat Instagram!

Kesmas
Harus bisa mikir strategi kampanye kesehatan lewat media sosial.

Analis Kesehatan
Harus melek alat lab canggih dan ngerti cara bacain hasilnya secara digital.

Anak K3
Harus bisa bikin SOP kerja aman & ngelatih orang-orang yang lebih tua dari kamu.

Tantangan Zaman sekarang yang dimana masyarakat terkadang lebih percaya informasi viral daripada tenaga kesehatan. Jadi kita harus bisa mengolah informasi yang ada dan dapat menjelaskannya agar kita dipercaya sama masyarakat. 
Dunia Makin Cepat, Teknologi Makin Canggih, Hoax Makin Banyak, Masalah Kesehatan Makin Kompleks. 
Beberapa tantangan lainnya saat ini adalah AI bantu diagnosa penyakit, Isu stunting, obesitas, burnout meningkat, Literasi digital & kesehatan masyarakat masih rendah.

How? Tips Jadi Mahasiswa Fut Future-Ready.
Tips Jadi Mahasiswa Future Ready.

Growth Mindset
Gagal = Belajar
Nggak bisa sekarang, bukan berarti nggak bisa selamanya.

Belajar Mandiri
Cari webinar gratis, baca thread edukasi, nonton YouTube yang bermanfaat.

Jaga Mental
Hidup kuliah tuh padat. Jaga kepala biar nggak meledak: journaling, olahraga, healing tipis-tipis.

Kolaborasi
Proyek bareng anak jurusan lain = simulasi dunia kerja.

Melek Teknologi
Pelajari tools dasar: Google Sheet, Canva, Al tools, Notion
Cari tahu tren kesehatan di Twitter, TikTok, Google Scholar.

Beberapa Contoh Real dari Dunia Kesehatan yaitu: 

Gizi
Edukasi pasien bukan cuma dari meja
konsultasi, tapi juga lewat reels IG dan poster gizi.

Kesmas
Observasi lapangan, terus bikin kampanye sehat bareng BEM.

Analis Kesehatan
Hasil lab kamu bukan cuma buat laporan, tapi bisa jadi konten edukasi.

K3
SOP di lab kamu bisa selamatkan teman seangkatanmu.

Mulai dari mana?

Coba mulai dari hal simpel:

Follow akun edukasi yang relate
Latih skill 1 per bulan (public speaking, design, data)
Aktif di organisasi, volunteer, atau sekadar ikut diskusi
Ingat kamu nggak harus langsung expert. Yang penting: mulai dulu.

Referensi : Zoom PKKMB FAKKES tanggal 3 September 2025


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resume Berita (Terobosan Baru Terapi Kanker, Unusa Siap Jadi Pelopor di Indonesia)

Pra BToPH 4 (Basic Training of Public Health)

MY DIGITAL PORTOFOLIO : PKKMB UNUSA DAY 1