Resume Berita (Terobosan Baru Terapi Kanker, Unusa Siap Jadi Pelopor di Indonesia)

 


Surabaya – Kanker menjadi penyakit mematikan nomor dua setelah penyakit jantung, yang artinya kanker masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia. Hal ini menjadi tantangan serius yang perlu diatasi melalui inovasi medis, peningkatan kesadaran masyarakat, serta penguatan layanan kesehatan dari sisi preventif maupun kuratif.

 Selasa , di Auditorium Lantai 9 Kampus B Unusa. Ir. Yohannes Sardjono, APU., dari BRIN Indonesia menjelaskan bahwa BNCT merupakan terapi kanker berbasis partikel berat yang memiliki keunggulan signifikan dibanding terapi konvensional. 

Salah satu keunggulan utama BNCT adalah pasien tidak perlu menjalani terapi berulang, seperti pada terapi sinar-X atau direct elektron.
Ia menambahkan, meski demikian, pada beberapa jenis sel kanker, sinar-X masih diperlukan sebagai pelengkap terapi. 

Lebih lanjut, Prof. Yohannes menjelaskan, BNCT memanfaatkan senyawa boron yang disuntikkan ke dalam tubuh pasien dan akan terkonsentrasi di sel kanker.


Sementara itu, Dr. Yoshihito Kameda dari Sumitomo Heavy Industries, Ltd., Jepang,  Menurutnya, semikonduktor memungkinkan pengembangan sumber neutron yang lebih kecil, efisien, dan mudah diakses. Hal ini menjadi sangat penting agar BNCT bisa diimplementasikan di lebih banyak rumah sakit, tidak hanya terbatas pada pusat-pusat kanker skala besar.

Rektor Unusa, Prof. Dr. Ir. Achmad Jazidie, M.Eng., menyampaikan bahwa teknologi BNCT merupakan bagian dari transformasi medis menuju pengobatan kanker masa depan. «Ini merupakan terapi kanker masa depan dengan meminimalisir kerusakan pada sel sehat. Unusa ikut terlibat pula dalam riset ini. Diharapkan ke depan Unusa atau rumah sakit yang menjadi RS Pendidikan Unusa —RSI Jemursari, RSI Ahmad Yani, dan RS Nyi Ageng Pinatih Gresik— menjadi yang pertama mengimplementasikan terapi ini,» ujar Prof. Jazidie dalam sambutannya.

Komitmen ini sekaligus mempertegas peran Unusa tidak hanya sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai motor penggerak inovasi di sektor layanan kesehatan.
Pengembangan BNCT diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperluas akses masyarakat terhadap teknologi terapi kanker yang lebih aman dan efektif, sekaligus meningkatkan kualitas layanan medis.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pra BToPH 4 (Basic Training of Public Health)

MY DIGITAL PORTOFOLIO : PKKMB UNUSA DAY 1