Materi 1 : Kuadran Era AI : Kreativitas×Kemanusiaan
Bpk Ainun Najib-Pada kegiatan PKKMB unusa pada hari Selasa(02-09-25) yang membahas tentang Transformasi Perguruan Tinggi di Era Digital
Perguruan tinggi saat ini mengalami transformasi signifikan dalam cara mereka berfungsi, terutama dengan adanya revolusi industri dan digitalisasi. Pembelajaran digital dan online melalui platform e-learning, MOOC, dan webinar memberikan akses pendidikan yang lebih luas dan fleksibel, memungkinkan mahasiswa untuk belajar kapan saja dan di mana saja. Hal ini tidak hanya meningkatkan inklusivitas tetapi juga efisiensi dalam proses pembelajaran, menjadikan pendidikan lebih mudah diakses oleh berbagai kalangan.
Kurikulum dan Infrastruktur yang Adaptif
Kurikulum perguruan tinggi kini mengintegrasikan teknologi terbaru seperti kecerdasan buatan dan big data untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi tantangan industri 4. 0. Fokus pada pengembangan soft skills seperti kreativitas dan kolaborasi menjadi penting dalam menghadapi otomasi dan analitik data. Selain itu, peningkatan infrastruktur digital, termasuk jaringan broadband cepat dan laboratorium virtual, mendukung aktivitas belajar dan penelitian, menjadikan perguruan tinggi sebagai pusat inovasi dan penggerak perubahan di era yang terus berkembang ini.
Materi 2 : Peran Generasi Muda Melawan Korupsi
Bpk Dr. Nurul Ghufron S.H.,M.H.- Pada kegiatan PKKMB unusa pada hari Selasa(02-09-25) yang membahas tentang Peran Generasi Muda Melawan Korupsi
Peran Generasi Muda dalam Melawan Korupsi
Korupsi dianggap sebagai kanker yang merusak kehidupan berbangsa dan bernegara, merampas hak rakyat, dan menghambat pembangunan. Dalam konteks ini, generasi muda diidentifikasi sebagai kunci dan harapan untuk menciptakan Indonesia yang bebas dari korupsi. Mereka diharapkan dapat menanamkan nilai-nilai integritas yang kuat, yang akan menjadi fondasi bagi kepemimpinan yang bersih dan bertanggung jawab di masa depan.
Integritas sebagai Senjata Utama
Integritas menjadi senjata utama dalam perjuangan melawan korupsi, di mana kejujuran, konsistensi, dan tanggung jawab menjadi nilai-nilai yang harus dipegang oleh generasi muda. Mereka diharapkan untuk menolak praktik-praktik kecil yang mengarah pada korupsi dan hidup dengan sederhana serta bertanggung jawab. Dengan membangun kesadaran akan bahaya korupsi dan memanfaatkan teknologi untuk transparansi, generasi muda dapat berperan aktif dalam menciptakan perubahan positif di masyarakat.
Materi 3 : Mahasiswa UNUSA sebagai generasi Aswaja An- Nahdliyah
Bpk KH MA'RUF KHOZIN- Pada kegiatan PKKMB unusa pada hari Selasa(02-09-25) yang membahas tentang Peran Mahasiswa UNUSA dalam Tradisi Aswaja An-Nahdliyah
Mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) memiliki tanggung jawab sebagai penerus tradisi keilmuan dan keagamaan Aswaja An-Nahdliyah, yang merupakan paham keislaman yang berpegang pada Al-Qur'an, Hadis, Ijma Ulama, dan Qiyas. Universitas ini berafiliasi langsung dengan Nahdlatul Ulama, organisasi Islam terbesar di Indonesia, yang menjadi rujukan utama dalam paham tersebut. Dalam konteks ini, mahasiswa dididik untuk memahami dan mengamalkan khasanah keilmuan klasik NU dengan pendekatan kontekstual, serta menolak radikalisme dan ekstremisme, sambil membangun dialog antaragama dan budaya.
Implementasi dan Tantangan Generasi Aswaja
Di kampus UNUSA, implementasi nilai-nilai Aswaja An-Nahdliyah terlihat melalui kurikulum yang mencakup mata kuliah wajib seperti Pendidikan Agama Islam dan Ke-NU-an. Mahasiswa juga terlibat dalam kegiatan kemahasiswaan yang mendukung pengembangan tradisi intelektual NU, seperti majelis taklim dan festival budaya. Namun, tantangan yang dihadapi oleh generasi ini termasuk globalisasi dan radikalisme, serta disrupsi digital yang memerlukan penyebaran narasi Aswaja yang moderat. Dengan menginternalisasi nilai-nilai tersebut, mahasiswa UNUSA diharapkan dapat menjadi jembatan antara warisan ulama Nusantara dan masa depan Indonesia yang berkeadilan dan beradab
Referensi : Zoom PKKMB tanggal 2 September 2025
Komentar
Posting Komentar